DAFTAR ISI
COVER i
DAFTAR ISI................................................................................................................... ii
A. KONEKSI INTERNET............................................................................................. 1
DAFTAR ISI................................................................................................................... ii
A. KONEKSI INTERNET............................................................................................. 1
1.
Karakteristik Koneksi Internet.............................................................................
1
2.
Macam-Macam Metode Koneksi Internet............................................................
2
a.
Koneksi Dial Up............................................................................................. 2
b.
ADSL (Kecepatan Akses Internet-ADSL)...................................................... 2
c.
Koneksi dengan Jaringan Leased Line............................................................. 3
d.
Satelite VSAT................................................................................................ 4
e.
HANDPHONE............................................................................................. 4
f.
WIFI / Hotspot..............................................................................................
4
3.
Modem..............................................................................................................
5
a.
Pengertian modem secara umum....................................................................
5
b.
Fungsi modem secara umum ..........................................................................5
c.
Fungsi modem secara
khusus .........................................................................6
d.
Jenis-Jenis Modem........................................................................................ 6
e.
Jenis Modem berdasarkan pemasangannya.................................................... 7
f.
Jenis jenis modem berdasarkan jaringan atau media........................................ 8
4.
Wireless............................................................................................................ 9
a.
Fungsi Wireless........................................................................................... 9
b.
Tipe-tipe Wireless Network.........................................................................11
B.
TCP/IP DALAM JARINGAN KOMPUTER........................................................12
1.
Pengertian TCP/IP............................................................................................ 12
2.
Sejarah TCP/IP................................................................................................ 12
3.
Fungsi TCP/IP.................................................................................................. 12
4.
Ketentuan Kelas Alamat IP............................................................................... 13
C.
DNS 15
1.
Pengertian DNS................................................................................................ 15
2.
Sejarah
DNS ................................................................................................... 16
3.
Keunggulan DNS.............................................................................................. 16
4.
Kekurangan DNS.............................................................................................
17
5.
Fungsi DNS......................................................................................................
17
6.
Struktur
DNS .................................................................................................. 17
a.
Root-Level Domains ................................................................................... 17
b.
Top Level Internet Domain, TLD...................................................................
17
c.
Second-Level Domains.................................................................................
18
7.
Host Name ...................................................................................................... 19
8.
Cara Kerja DNS............................................................................................... 19
D.
HTTP dan HTML..................................................................................................
20
1.
HTML ............................................................................................................. 20
2.
HTTP .............................................................................................................
20
A.
KONEKSI INTERNET
1. Karakteristik
Koneksi Internet
a.
Koneksi fisik, misalnya ethernet, fiber-optik, modem,
ADSL, wave-LAN, satelit, dan masih banyak lagi. Dari segi konfigurasi, koneksi
ini cukup dilihat sebagai:
Ø Point to
point: koneksi dari ISP harus masuk langsung ke SATU komputer, router atau
gateway.
Ø Multipoint:
koneksi dari ISP masuk dulu ke konverter/hub ethernet. Dari hub anda bisa tarik
kabel ke BEBERAPA komputer.
b.
Koneksi logikal. Secara gampang, subnet adalah kelas
IP yang diberi ISP buat anda. Ada tiga kemungkinan:
Ø Node: Anda
hanya diberi 1 IP, bisa langsung dipakai oleh satu komputer.
Ø Subnet: Anda
diberi beberapa IP yang bisa langsung dipakai oleh beberapa komputer. Walau
terpisah, secara logikal network anda masih satu segment dengan network ISP
sehingga netmask anda ikut netmask ISP. Misalnya, anda diberi 4 IP, tapi
netmask = 255.255.255.0 (buat 256 node).
Ø Segment:
Anda diberi 1 IP koneksi, dan 1 (sub) segment IP. Segment anda punya netmask
sendiri, misal sub segment 16 IP netmask 255.255.255.224, atau full segment
kelas C 256 IP netmask 255.255.255.0. Koneksi ini harus masuk dulu ke
router/gateway sebelum disebar ke beberapa komputer.
Perhatikan bahwa koneksi logikal
node dan segment biasanya pakai koneksi fisik point to point. Kalau pakai
koneksi multipoint, bisa sekali tapi agak mubzir. Koneksi fisik multipoint
afdol-nya berjodoh dengan koneksi logikal subnet.
c.
IP external/internal. IP eksternal adalah IP yang sah
dipakai untuk berkomunikasi di jaringan Internet sedunia. Sementara itu IP
internal hanya boleh dipakai di Intranet. Ada tiga segment IP internal:
10.x.y.z
172.16-31.y.z
192.168.0-255.z
Kalau tidak
masuk kelompok itu, IP anda adalah eksternal. ISP yang bonafid seharusnya
memberi IP eksternal. Tapi ISP yang murah meriah hanya akan memberi anda IP
internal. Koneksi IP internal hanya bisa buat browsing, downloading atau
chatting. Tidak bisa buat server atau main game.
d.
IP dinamik/statik. Jika pakai dinamik, IP komputer
anda akan diberi oleh ISP melalui DHCP, dan secara periodik akan berubah.
Sebaliknya IP statik bersifat tetap, anda isikan saat mengkonfigurasi network.
IP dinamik biasanya hanya untuk koneksi satu node, dial-up point-to-point.
2. Macam-Macam Metode Koneksi Internet
a. Koneksi Dial Up
Komputer yang dilengkapi dengan
modem analog dapat melakukan dial up, yaitu menghubungi server milik ISP untuk
memperoleh akses internet. Koneksi dial-up tidak hanya menggunakan jalur
telepon rumah (PSTN), tetapi juga bisa menggunakan telepon genggam berteknologi
CDMA.
Pertama-tama, komputer melalui modem melakukan pemanggilan telepon (dial-up) ke
ISP. Setelah terhubung, komputer akan memperoleh akses internet dari ISP
tersebut. Untuk mengakhiri koneksi internet, dilakukan dengan memutuskan
hubungan telepon. Pelanggan akan dibebani biaya pulsa telepon plus layanan ISP
yang jumlahnya bervariasi tergantung lamanya koneksi. Modem dial up mengubah
sinyal digital dari komputer menjadi sinyal suara (sinyal analog) yang
ditransmisikan melalui kabel telepon atau sebaliknya. Itu sebabnya, pada saat
koneksi internet berlangsung, kamu tidak bisa menerima atau melakukan
panggilan. Modem dial up umumnya diklasifikasikan berdasarkan jumlah bit data
yang dapat dikirim per detik (bps, bit per second). Dengan adanya pembatasan
interferensi sinyal suara, kecepatan modem dial up maksimum adalah 56 kbps.
Koneksi dengan metode ini paling mudah dilaksanakan, sehingga jangkauannya
cukup luas. Kekurangan paling mendasar adalah masalah kecepatan koneksi.
Kualitas jaringan telepon yang terpasang sangat berpengaruh pada kualitas
koneksi. Hal ini disebabkan karena lebar pita frekuensi yang dipakai rentan
terhadap gangguan (noise) yang ditimbulkan dari lingkungan. Meski demikian,
masih banyak orang yang mempergunakan layanan dial up karena tidak tersedia
layanan hubungan kecepatan tinggi akibat keterbatasan biaya atau karena keadaan
geografis yang tidak memungkinkan.
b. ADSL (Kecepatan Akses Internet-ADSL)
ADSL (Asymetric Digital Subscriber
Line) adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz
sampai 1104 kHz. Inilah penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara
modem ADSL dengan modem konvensional (yang bekerja pada frekuensi di bawah 4
kHz). Keuntungan ADSL adalah memberikan kemampuan akses internet berkecepatan
tinggi dan suara/fax secara simultan (di sisi pelanggan dengan menggunakan
splitter untuk memisahkan saluran telepon dan saluran modem).
Berapakah Bandwith maksimum yang didapat apabila kita menggunakan akses
internet menggunakan ADSL: Untuk line rate 384 kbps, bandwidth maksimum yang
didapatkan mendekati 337 kbps, Untuk line rate 384 kbps, throughput rata-rata
(kecepatan download) yang bisa didapatkan sekitar 40 Kb/s, Untuk line rate 512
kbps, bandwidth maksimum yang didapatkan mendekati 450 kbps. Untuk line rate
512 kbps, throughput rata-rata (kecepatan download) yang bisa didapatkan
sekitar 52 Kb/s.
c. Koneksi dengan Jaringan Leased Line
internet leased line artinya jaringan yang
tersedia untuk mengakses internet selama 24 jam sehari. Hal ini berbeda dengan
dial up, di mana akses internet hanya tersedia pada saat kamu melakukan
hubungan ke ISP. Oleh karena itu jaringan leased line juga sering disebut
sebagai jaringan dedicated line, yaitu jaringan yang dikhususkan untuk koneksi
internet. Jaringan leased line dapat menggunakan jaringan telepon, kabel khusus
untuk internet, maupun koneksi wireless. Untuk jaringan yang menggunakan kabel,
tersedia layanan ISDN dan DSL. Perhatikan uraian berikut ini!
ISDN merupakan komunikasi melalui jaringan telepon yang dapat memisahkan
aplikasi suara (data analog) dengan data nonsuara seperti teks, gambar, dan
video (data digital) pada jaringan yang sama. ISDN dikembangkan pada jaringan
telepon. Modem ISDN tidak mengubah data digital menjadi data analog atau
sebaliknya seperti pada modem dial up (tidak ada proses modulasi dan
demodulasi). Modem ISDN hanya memproses data digital antara komputer dengan
jaringan ISDN. Kecepatan transfer data dengan layanan ini mencapai 128 kbps,
lebih cepat bila dibandingkan dengan kecepatan koneksi dial up. Cara kerja
koneksi jenis ini mirip dengan ISDN, yaitu dengan menumpangkan sinyal transmisi
data frekuensi tinggi yang membawa data digital di saluran telepon. Pada bagian
pelanggan dipasang pemisah sinyal (splitter) yang memisahkan sinyal frekuensi
tinggi agar tidak mengganggu sinyal pembicaraan dan sinyal fungsi operasional
pesawat telepon. Dengan demikian, kamu tetap bisa melakukan panggilan telepon
ketika sedang berinternet. Sinyal data frekuensi tinggi diproses dalam modem
DSL guna melangsungkan koneksi internet antara pelanggan dengan ISP.
Modem DSL langsung terhubung dengan ISP dari pertama dihidupkan dan menjaga
koneksi ini tetap berlangsung. Kebanyakan modem ini mampu membagi koneksi
internet dari ISP ke beberapa komputer menggunakan port Lokal Area Network
(LAN) atau wireless LAN.
Kecepatan DSL mencapai ratusan kbps hingga beberapa Mbps. Ada dua jenis
teknologi DSL, yaitu ASDL (Asymmetric Digital Subscriber Line) dan SSDL
(Symmetric Digital Subscriber Line). Selain itu tersedia juga layanan DSL yang
lebih cepat dibandingkan DSL standar, yaitu HDSL (High data-rate DSL) dan VDSL
(Very high data-rate DSL).
d. Satelite VSAT
Koneksi menggunakan satelite merupakan koneksi yang cukup cepat namun
termahal. Koneksi ini kita harus menggunakan sebuah payung [ parabola khusus ]
untuk menangkap signal satelit.
- kecepatan dari 64 hingga 2mb [ berlaku hanya di Indonesia ] international
lebih dari 2mb.
- biaya fix rate bulanan by speed for unlimited use.
- lokasi ditentukan oleh ISP yang menyediakan fasilitas ini.
e. HANDPHONE
Menghubungkan komputer ke internet
melalui sambungan jaringan handphone. Dapat dihubungkan melalui Bluetooth
maupun usb cable data. Saat online jalur telepon juga tidak terganggu. Bisa
menggunakan jaringan GSM maupun CDMA. GSM dapat lebih cepat dengan teknologi 3G
atau bahkan teknologi terbaru high speed 3,5G. Sedangkan CDMA menggunakan
teknologi CDMA 2000 1x hampir setara dengan 3G. Perhitungan biaya hampir sama
semua yaitu menggunakan sistem perhitungan per kilobyte. Kecepatan mulai dari
64kb – 2mb.
f. WIFI / Hotspot
Jenis koneksi ini mulai heboh
akhir-akhir ini. Dibeberapa kafe, mal berlomba-lomba memberikan fasilitas ini
bahkan gratis untuk para pengunjung / langganan mereka. Wi-fi ini bisa
terkoneksi apabila kita memiliki modem WIFI, biasanya notebook jadul belum ada
jangan sedih bisa dibeli kok slot pcmci atau colokan usb. Kalau notebook baru
biasanya sudah build in semua, dan handphone smartphone khususnya telah
memiliki wifi build in juga. sehingga bisa langsung dapat digunakan.
- biaya GRATIS – kalo penyedianya kasi gratis. Kalo bayar maka biasanya di
hitung oleh jumlah kb yang digunakan, model seperti isi voucher hp. semua ini
tergantung kepada ISP / penyedia jasa internet.
- kecepatan 11mb — 100mb [ semacam lan card ]
- lokasi biasanya di mall, cafe, dan tempat yang ada memang kita telah tahu,
misalnya kantor, rumah.
g. Cable Modem
Cable Modem merupakan modem yang
menyediakan dua arah komunikasi sata melalui frekuensi radio (RF) pada
infrastruktur saluran CATV (Cable TV). Kabel modem ini terutama digunakan untuk
memberikan akses internet broadband dalam bentuk internet cable dengan
mengambil bandwidth yang tinggi dari jaringan televisi kabel.
3.
MODEM
a.
Pengertian modem secara umum
Modem adalah singkatan dari modulator dan
demodulator. Modulator mempunyai fungsi melakukan proses menghantarkan data
dalam bentuk sinyal informasi ke sinyal pembawa (carrier) agar dapat dikirim ke
pengguna melalui media tertentu. Dan proses ini biasa dinamakan dengan proses
modulasi. Dalam proses ini data dari komputer yang berbentuk sinyal digital
akan diubah menjadi sinyal analog.
Demodulator mempunyai fungsi sebagai proses untuk mendapatkan kembali data yang
dikirim oleh pengirim. Pada proses ini data akan dipisahkan dari frekuensi
tinggi dan data yang berupa sinyal analog akan diubah kembali menjadi sinyal
digital agar bisa dibaca oleh komputer.
b.
Fungsi modem secara umum
Fungsi modem adalah merubah komunikasi dua arah
dari sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya. Sebuah sinyal
digital yang dikirimkan dari komputer diubah menjadi sinyal analog terlebih
dahulu oleh modem dan ditransmisi melalui kabel telepon untuk dihantarkan ke
komputer lainnya dan sebaliknya.
Saat ini modem juga telah mengembangkan tehnologi dengan menambah fasilitas
voice modem yang dapat berfungsi sebagai saluran radio, percakapan telepon
maupun audio lainnya.
c.
Fungsi modem secara khusus
Untuk meminimalisir tingkat kesalahan yang terjadi ketika melakukan
transmisi sinyal, dan modem juga akan memeriksa informasi yang diterima apakah
rusak atau tidak dengan metode checksum jika terjadi kerusakan maka data
tersebut akan dikirim kembali ke tempat asal.
d.
Jenis-Jenis Modem
Ø
Modem Dial-Up
Akses
jaringan komputer melalui jalur telpon dengan menggunakan modem. Dial-up
Connection ini pada umumnya digunakan oleh pribadi-pribadi yang menginginkan
untuk mengakses Internet dari rumah. Komputer yang digunakan untuk dial-up pada
umumnya adalah sebuah komputer tunggal/PC (bukan jaringan komputer).
Ø
Modem ADSL
Modem
ADSL atau modem DSL adalah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan
komputer atau router ke saluran telepon, untuk menggunakan layanan ADSL. Untuk
memecah signal line telepon menjadi suara dan data.
Ø
Modem Kabel
Modem
Kabel (Cable Modem), adalah perangkat keras yang menyambungkan PC dengan
sambungan TV kabel. Jaringan TV kabel ini dapat dipakai untuk koneksi ke
internet dengan kecepatan maksimum 27Mbps downstream (kecepatan download ke
pengguna) dan 2,5Mbps upstream (kecepatan upload dari pengguna). Agar dapat
menggunakan modem kabel, komputer harus dilengkapi dengan kartu ethernet
(ethernet card).
Ø
Modem CDMA
Modem CDMA merupakan jenis modem
dengan sistem komunikasi internet melalui jalur komunikasi CDMA (Code Division
Multyple Acces).pada umumnya modem cdma berbentuk usb Flashdisk yang dapat
digunakan sewaktu-waktu.Kecepatan CDMA telah mencapai 3X sistem koneksi dialup.
Ø
Modem GSM
e. Jenis Modem berdasarkan pemasangannya :
Ø Modem internal
Modem internal
dipasangkan pada bagian dalam CPU misalnya pada slot PCI (pada motherboard
tertentu sudah dilengkapi modem dari pabriknya). Untuk card modem komputer,
slot PCI atau kadang-kadang slot ISA dibutuhkan, tergantung interface
motherboard yang tersedia untuk menerima modem.
Internal Computer Modems
digunakan dengan koneksi internet dial-up melalui sepasang koneksi RJ-11. Juga
dikenal dengan kabel telepon tembaga, RJ-11 memampukan komputer untuk menerima
dan mengirim data sebagaimana yang diterangkan di atas.
Modem komputer internal
biasanya merupakan modem 56K yang berarti bahwa modem itu mampu menerima data
sebesar 56 Kbits/detik ( 56 kilobits atau 56.000 bit per detik). Jenis
transmisi data ini disebut transmisi downstream, datang dari provider dan
ditransmisikan melalui kabel telepon. Umumnya besaran data ini merupakan
bandwith standar untuk kabel telepon.
Akan tetapi karena
Internet mempunya sistem dua arah, data juga harus dikirim dari klien ke
provider (server). Untuk tujuan ini komputer bisa menggunakan modem 56K V90
untuk mengirim data dalam transmisi upstream sebesar 33,6 Kbits/s. Di sisi
lain, modem V 92 56 K mampu mengirim 48 Kbits/s transmisi upstream.
Ø Modem external
Modem external dipasang
pada bagian luar CPU, umumnya dipasangkan pada Serial port atau USB pada CPU.
Modem Eksternal bisa digunakan untuk tujuan yang sama dan dalam kondisi yang
sama dengan modem internal. Akan tetapi modem eksternal merupakan kotak kecil
yang menggunakan jenis antar muka yang lain untuk terhubung dengan komputer.
Bisa jadi itu berupa
serial modem, dinamakan demikian karena benda itu menggunakan serial port untuk
dihubungkan ke komputer. Biasanya terinstall pada belakang komputer, serial
port merupakan pilihan yang mudah diinstall untuk modem eksternal. Kotak kecil
yang sama, di sisi lain, bisa menjadi sebuah Modem USB yang normalnya
menggunakan port USB yang biasanya ditempatkan dibelakang atau di depan
komputer.
Yang pertama dari jenis
modem eksternal bisa jadi modem dial up tetapi jenis ini lebih mahal daripada
jenis internal. Sama seperti jenis lain dari modem eksternal anda mungkin
mempertimbangkan dua tipe modem : modem kabel dan DSL jika anda menginginkan
layanan internet berkecepatan tinggi. Semua ISP biasanya menyediakan modem
spesial dinamakan modem digital di dalam paket broadband.
Sangat penting untuk
memperhatikan bahwa modem kabel harus dihubungkan dengan kartu Ethernet,
ditempatkan di slot PCI komputer yang disediakan oleh koneksi intenet broadband
ke pengguna. Memang benar jika anda memilih koneksi Ethernet. Akan tetapi anda
tidak akanmembutuhkannyajikapilihanandamenggunakankoneksiUSB.
f. Jenis jenis modem berdasarkan jaringan atau media
Ø Modem kabel
Merupakan modem untuk
aksesnya menggunakan jaringan kabel, misalnya seperti jaringan kabel telepon.
Modem kabel menggunakan sumbu kabel jaringan televisi untuk menyediakan
bandwitdth yang hebat dibandingkan modem komuter dial up. Akses yang
benar-benar cepat ke Web yang disediakan oleh modem kabel dengan transmisi
downstream hingga 38 Mbits/s dantransmisiupstreamhingga1Mbits/s.
Modem DSL ( Digital Subscriber Line) secara eklusif digunakan untuk koneksi
dari telepon kantoryangdipindahkankepengguna.
Teknologi ini, tersedia dan seringkali dipakai, dipisahkan dalam dua kategori
utama :
ADSLor Asymetric Digital
Subcriber Line biasanya digunakan di Amerika Utara dan mendukung transmisi
downstream dari 1,5 Mbits/s hingga 9 Mbits/s dan transmisi upstream hingga 3
Mbits/s.
SDSL. SDSL or Symetric
Digital Subcriber Line biasanya digunakan di Eropa dan mempunyai besaran
downstream dan upstream data yang sama yaitu sekitar 128 Kbits/s.
Ø Modem wireless
Teknologi wireless untuk
akses data merupakan bagian dari jaringan komputer yang biasanya tidak disebut
modem, tetapi menggunakan istilah lain yang telah disepakati, seperti modem
GSM, modem CDMA, modem HSDPA, dan modem HSUPA.
4. WIRELESS
Wireless adalah melakukan hubungan
telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti
kabel.
Saat ini teknologi wireless berkembang dengan pesat, secara kasat mata dapat
dilihat dengan semakin banyaknya pemakaian telepon sellular, selain itu
berkembang pula teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet.
Wireless LAN adalah suatu Local Area Network yang menggunakan gelombang
elektromagnetik sebagai media penyaluran data tanpa mengunakan kabel. Wireless
LAN ini biasanya menggunakan frekuensi 2,4 GHz yang disebut juga dengan ISM
(Industrial, Scientific, Medical) Band, dimana oleh FCC (Federal Communication
Commission) memang dialokasikan untuk “berbagai keperluan Industri, Sains, dan
Media”, jadi siapa pun dapat menggunakan frekuensi ini dengan bebas (asal tidak
menggunakan pemancar berdaya tinggi).
Wireless LAN menggunakan gelombang elektromagetik (radio dan infra merah) untuk
melakukan komunikasi data menyalurkan data dari satu point ke point yang lain
tanpa melalui fasilitas fisik. Koneksi ini menggunakan frekuensi tertentu untuk
menyalurkan data tersebut, kebanyakan Wireless LAN menggunakan frekuensi 2,4
GHz, selain itu digunakan pula frekuensi 5,8 GHz dan 24 GHz. Frekuensi inilah
yang disebut dengan Industrial, Scientific and Medical Band atau sering disebut
ISM Band.
a. Fungsi
Wireless :
Ø Pemakai
tidak dibatasi ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarak jangkauan dari satu
titik pemancar WIFI.
Ø Jarak pada sistem WIFI mampu menjangkau area
100 feet atau 30M radius. Selain itu dapat diperkuat dengan perangkat khusus
seperti booster yang berfungsi sebagai relay yang mampu menjangkau ratusan
bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional). Bahkan hardware terbaru,
terdapat perangkat dimana satu perangkat Access Point dapat saling merelay
(disebut bridge) kembali ke beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh
jarak jangkauan dan dapat disebar dibeberapa titik dalam suatu ruangan untuk
menyatukan sebuah network LAN.
Ø Perangkat
wireless untuk teknologi wireless Wi-Fi ini sudah umum digunakan dan harganya
sudah menjadi relatif murah.
Ø Sebagian
besar notebook tipe terbaru sudah dilengkapi dengan perangkat network wireless
dengan teknologi Wi-Fi ini.
Ø Area
jangkauan yang lebih fleksible dikarenakan tidak dibatasi oleh jaringan
distribusi seperti bila menggunakan kabel UTP maupun fiber optic. Secara
teoritis dengan daya pancar 100mW sudah dapat menjangkau area (berbentuk
lingkaran) 1 – 2 km didukung dengan tinggi tower yang memadai.
Ø Dengan WiFi,
yang 54Mbps adalah agregat (yaitu jumlah) dari bandwidth yang tersedia dalam
dua arah sehingga Anda hanya benar-benar mendapatkan sekitar 10 atau 15Mbps di
setiap arah sekali overhead dibawa keluar.
Ø Memungkinkan
Local Area Network untuk di pasang tanpa kabel, hal ini juga sekaligus akan
mampu mengurangi biaya untuk pemasangan dan perluasan jaringan. Selain itu juga
Wi-Fi dapat dipasang di area yang tidak dapat di akses oleh kabel, seperti area
outdoor.
Ø Wi-Fi
merupakan pilihan jaringan yang sangat ekonomis karena harga paket ship Wi-Fi
yang terus menurun
Ø Produk Wi-Fi
tersedia secara luas di pasaran.
Ø Wi-Fi adalah
kumpulan standard global di mana klien Wi-Fi yang sama dapat bekerja di
negara-negara yang berbeda di seluruh dunia.
Ø Protocol
baru untuk kualitas pelayanan damn mekanisme untuk penghematan tenaga membuat
Wi-Fi sangat cocok untuk alat yang bentuknya sangat kecil dan aplikasi yang
latency-sensitif (contohnya : suara dan video).
Ø Network ini
di design untuk punya symetric up and down speed.
b. Tipe-tipe
Wireless Network
Ø Wireless PAN
(WPAN)
Wireless Personal Area Network (WPAN) adalah jaringan wireless dengan jangkauan
area yang kecil. Contohnya Bluetooth, Infrared, dan ZigBee.
Ø Wireless LAN
(WLAN) / Wifi(Wireless Fidelity)
Wireless Local Area Network (WLAN) atau biasa disebut Wifi memiliki jangkauan
yang jauh lebih luas dibanding WPAN. Saat ini WLAN mengalami banyak peningkatan
dari segi kecepatan dan luas cakupannya. Awalnya WLAN ditujukan untuk
penggunaan perangkat jaringan lokal, namun saat ini lebih banyak digunakan untuk
mengakses internet.
Ø Wireless MAN
(WMAN)
Wireless Metropolitan Area Network (WMAN) adalah jaringan wireless network yang
menghubungkan beberapa jaringan WLAN. Contoh teknologi WMAN adalah WiMAX.
Ø Wireless WAN
(WWAN)
Wireless Wide Area Network adalah jaringan wireless yang umumnya menjangkau
area luas misalnya menghubungkan kantor pusat dan cabang antar provinsi.
Ø Cellular
Network
Cellular Network atau Mobile Network adalah jaringan radio terdistribusi yang
melayani media komunikasi perangkat mobile seperti handphone, pager, dll.
Contoh sistem dari Cellular Network ini adalah GSM, PCS, dan D-AMPS
A. TCP/IP DALAM JARINGAN KOMPUTER
1.
Pengertian TCP/IP
TCP/IP(Transmission
Control Protocol/Internet
Protocol)adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh
komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke
komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri
sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite).
Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini.
Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di
sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP
stack
2.
Sejarah
TCP/IP
Protokol
TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai
sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan
untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar
jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan
fisik yang digunakan,
sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema
pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang
mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputeruntuk dapat saling berhubungan
satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti
protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft
Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Protokol
TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya
kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan
oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet
Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF).
Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan
konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for
Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
3. Fungsi atau
Fasilitas yang ada di TCP/IP
Ø RemoteLogin.
Network Terminal Protokol (Telnet)
Memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in
ke dalam suatu komputer didalamsuatu jaringan. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna
menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer jaringan
tersebut.
Ø Computer
mail.
Digunakan untuk menerapkan sistem elektronik mail.
Ø NetworkFile
System (NFS)
Pelayanan akses file-file jarak jauh yg memungkinkan
klien-klien untuk mengakses file-file pada komputer jaringan jarak jauh
walaupun filetersebut disimpan secara lokal.
Ø RemoteExecution
Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu
program didalam komputer yg berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan
komputer yg terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam
suatusystem komputer. Ada beberapa jenis remoteexecution, ada yg berupa
perintah-perintah dasar saja, yaitu yg dapat dijalankan dalam system komputer
yg sama dan ada pula yg menggunakan "prosedureremotecallsystem", yg
memungkinkan program untuk memanggil subroutineyg akan dijalankan di system
komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah
"rsh" dan "rexec")
4.
Ketentuan Kelas Alamat IP
Sebuah
alamat IP berisi satu bagian network dan satu bagian host, tetapi formatnya
tidak sama pada setiap alamat IP. Sejumlah bit alamat dipakai disini untuk
mengidentifikasi network, dan angka dipakai untuk mengidentifikasi host, dan
beragam kelas alamat IP. Alamat IP memiliki tiga kelas utama yaitu kelas A,
kelas B, dan kelas C. Ketentuan kelas alamat IP itu berupa :
Ø Jika bit
pertama dari sebuah alamat IP adalah angka 0, ini menunjukannetwork kelas A. Tujuh
bit berikutnya menunjukan identitas network, dan 24 bit terakhir menunjukan
identitas host. Ada 128 buah network kelas , tetapi didalam setiap kelas A bisa
terdapat jutaan host.
Ø Jika bit
pertama dari dua angka alamat IP adalah 10, ini menunjukan alamat IP network
kelas B. Angka Bit pertama kelas, kemudian 24 bit
berikutnya menunjukan identitas alamat network, dan 10 bit berikutnya untuk
host. Ada ribuan angka network kelas B dan setiap kelas B dapat berisi ribuan
host.
Ø Jika bit
pertama dari tiga bit alamat IP adalah 110, ini merupakan alamat IP kelas C. Tiga
bit pertama berupa alamat kelas. 21 bit berikutnya sebagai alamat network, dan
8 bit selanjutnya merupakan identitas host. Ada jutaan network kelas C, dan
didalam tiap kelas C ada 254 host.
Mungkin
memang sedikit rumit ya kalau tidak ada contohnya, ini contohnya saya berikan
sebagai berikut:
1. Sebuah
network memiliki alamat IP 026.104.0.19. Ini bisa ditulis juga dengan
26.104.0.19. menjelaskan adanya host dengan alamat IP nomor 104.0.19 dalam
network 26 yang termasuk kelas A.
2. Alamat IP
128.66.12.1. menunjukan alamat IP host 12.1 didalamnetwork nomor 128.66 yang
termasuk kelas B.
Nomor IP terdiri dari 32 bit atau 4
byte, sehingga terbuka kemungkinan untuk menentukan lebih dari 2 atau 4 milyar
nomor IP yang berbeda-beda. Alamat komputer dalam jaringan misalnya
168.174.0.0, jika angka tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa biner (4 byte
atau 32 bit) adalah sebagai berikut: 10101000.10101110.00000000.00000000. Untuk
mendapatkan terjemahan dalam bahasa biner tersebut, ada caranya. Berikut ini
adalah uraian penjelasannya.
168 : 2 = 84 sisa 0
84 : 2 = 42 sisa 0
42 : 2 = 21 sisa 0
21 : 2 = 10 sisa 1
10 : 2 = 5 sisa 0
5 : 2 = 2 sisa 1
2 : 2 = 1 sisa 0
1
Jadi, 168 bila diterjemahkan ke dalam bahasa biner adalah 10101000.
174 : 2 = 87 sisa 0
87 : 2 = 43 sisa 1
43 : 2 = 21 sisa 1
21 : 2 = 10 sisa 1
10 : 2 = 5 sisa 0
5 : 2 = 2 sisa 1
2 : 2 = 1 sisa 0
1
Kemudian jika 174 diterjemahkan ke dalam bahasa biner adalah 10101110. Dan
untuk 0 (nol), jika diterjemahkan ke dalam bahasa biner maka hasilnya adalah
00000000.
Nomor-nomor IP yang tertinggi dari
sederet angka itu terlalu sulit untuk diingat. Oleh karena itu, ada yang
menyusun suatu sistem parallel dengan menggunakan nama-nama domain sehingga
mirip dengan nama file. Setiap tingakatan dalam nama ini disebut domain. Nama
domain pada level yang tertinggi akan menunjuk ke domain dari komputer
tertentu. Nama tersebut biasanya dipilih untuk merefleksikan jenis organisasi
dimana komputer dipasang. Dalam penulisan antara domain satu dengan yang lain
dipisahkan dengan tanda titik, misalnya www.pengertian.info.
Jadi, Fungsi TCP/IP untuk Jaringan
Komputer adalah untuk membuat kita semua bisa online atau masuk ke internet dan
menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada di internet itu sendiri.
B. DNS (Domain Name
System)
1. Pengertian DNS
Domain Name
System (DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host
ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di
dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk
setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange
server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain. Menurut browser Google
Chrome, DNS adalah layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi
alamat internet.
DNS
menyediakan pelayanan yang cukup penting untuk Internet, ketika perangkat keras
komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti
pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk
menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber
universal (URL) dan alamat surel. Analogi yang umum digunakan untuk menjelaskan
fungsinya adalah DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet dimana saat
pengguna mengetikkan www.indosat.net.id di peramban web maka pengguna akan
diarahkan ke alamat IP 124.81.92.144 (IPv4) dan 2001:e00:d:10:3:140::83 (IPv6).
2.
Sejarah DNS
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan
komputer menggunakan HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR
International) yang berisi informasi dari nama komputer dan IP
address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap
lokasi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan
betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus
copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi.
Dengan
makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan
sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan
kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik.
Paul
Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan
883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap
spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi.
Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti
DNS.
3.
Keunggulan DNS
Ø Mudah,
DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address
sebuah computer cukup host name (nama Komputer).
Ø Konsisten,
IP address sebuah computer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
Ø Simple,
user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun
di Intranet.
4.
Kekurangan DNS
Ø DNS
tidak mudah untuk di implementasikan.
Ø Tidak
konsisten.
Ø Tidak
bisa membuat banyak nama domain.
DNS
dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di
jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP)
address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu
ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan
menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa
IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer
anda dengan komputer lainnya.
5.
Fungsi DNS
Fungsi
dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan) Client
DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers
Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries Name
server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi
name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata
permintaan dari client tidak ditemukan Proses tersebut disebut dengan Forward
Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer
(host) ke IP address.
6.
Struktur DNS
a)
Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan
kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling
atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan
berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).
b) Top
Level Internet Domain, TLD
Merupakan rujukan kepada huruf-huruf terakhir
setelah tanda titik dalam sebuah nama domain. TLD dibagi menjadi 2, yaitu:
Ø generic
Top Level Domain (gTLD)
Dipergunakan
oleh macam-macam organisasi, sebagai contoh, .com untuk organisasi komersial,
.org untuk organisasi nonkomersial, edu untuk lembaga pendidikan Amerika, dll.
Domain ini terdiri dari 3 huruf atau lebih. Sebagian besar gTLD tersedia untuk
dapat digunakan secara luas, tetapi untuk alasan historis, .mil (militer Amerika
Serikat) dan .gov (Pemerintahan Federal Amerika Serikat) dibatasi dan hanya
dapat digunakan oleh kedua otoritas tersebut. Domain-domain dalam gTLD
disubklasifikasikan ke dalam ranah yang disponsori (sponsored top-level domains
(sTLD)), misalnya .aero, .coop dan .museum, dan ranah yang tidak disponsori
(unsponsored top-level domains (uTLD)), misalnya .biz, .info, .name and .pro.
Ø country
code Top Level Domain (ccTLD)
Dipergunakan untuk kode negara atau
wilayah dependensi. Terdiri dari 2 huruf, misalnya .jp untuk Jepang, .id untuk
Indonesia, uk untuk Inggris, sg untuk Singapura.
c) Second-Level
Domains
dapat berisi host dan domain lain, yang
disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat
komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain
training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer
(host) seperti client1.training.bujangan.com. Second level di Indonesia antara
lain:
go.id
: untuk lembaga pemerintahan Indonesia
mil.id
: untuk lembaga militer Indonesia
sch.id
: untuk lembaga pendidikan tingkat sekolah.
Struktur
domain .id di bawah secong level domain diantaranya :
.ac
: akademik
.co
: company
.or
: organisasi
.net
: network
.go
: government
.mil
: military
.sch
: school
.web
: website
.war.net.id
: khusus warnet
7.
Host
Name
Domain
name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain
name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat
fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah
domain name.
Keberadaan
DNS ini bersifat terdistribusi di seluruh dunia. Dengan pendistribusian ini
maka masing-masing organisasi bertanggung jawab atas database yang berisi
informasi mengenai jaringannya sendiri. Misalnya, DNS Server UNM hanya
bertanggung jawab atas unm.ac.id.
8. Cara
Kerja DNS
Secara sederhana cara kerja DNS
bisa dilihat pada gambar berikut ini:
DNS
menggunakan relasi client – server untuk resolusi nama. Pada saat client
mencari satu host, maka ia akan mengirimkan query ke server DNS. Query adalah
satu permintaan untuk resolusi nama yang dikirimkan ke server DNS. Pada
komputer Client, sebuah program aplikasi misalnya http, meminta pemetaan IP
Address (forward lookup query). Sebuah program aplikasi pada host yang
mengakses domain system disebut sebagai resolver, resolver menghubungi DNS
server, yang biasa disebut name server.
Name
server meng-cek ke local database, jika ditemukan, name server mengembalikan IP
Address ke resolver jika tidak ditemukan akan meneruskan query tersebut ke name
server root server. Terakhir barulah si client bisa secara langsung menghubungi
sebuah website / server yang diminta dengan menggunakan IP Address yang
diberikan oleh DNS server.
Jika
permintaan tidak ada pada database, name server akan menghubungi server root
dan server lainnya dengan cara sebagai berikut :
Saat
kita mengetikkan sebuah nama domain misalnya http://www. neon.cs.virginia.edu
pada web browser, maka aplikasi http (resolver) akan mengirimkan query ke Name
Server DNS Server local atau DNS Server Internet Service Provider. Awalnya name
server akan menghubungi server root. Server root tidak mengetahui IP Address
domain tersebut, ia hanya akan memberikan IP Address server edu. Selanjutnya
name server akan bertanya lagi pada server edu berpa IP Address domain
neon.cs.virginia.edu. Server edu tidak mengetahui IP Address domain tersebut,
ia hanya akan memberikan IP Address server virginia.edu.
Selanjutnya name server akan bertanya ke server
virginia.edu tentang IP Address neon.cs.virginia.edu. Dan server virginia.edu
hanya mengetahui dan memberikan jawaban berupa IP Address server
cs.virginia.edu Selanjutnya name server akan bertanya ke server cs.virginia.edu
tentang IP Address neon.cs.virginia.edu. Dan barulah cs.virginia.edu mengetahui
dan menjawab berapa IP Address domain neon.cs.virginia.edu. Terakhir barulah
computer client bisa secara langsung menghubungi domain neon.cs.virginia.edu
dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh server cs.virginia.edu.
IP Address milik neon.cs.virginia.edu kemudian akan
disimpan sementara oleh DNS server Anda untuk keperluan nanti. Proses ini
disebut caching, yang berguna untuk mempercepat pencarian nama domain yang
telah dikenalnya.
C.
HTTP
dan HTML
1.
HTML
HTML (Hyper Text Markup Language) adalah sebuah bahasa
markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan
berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet. Bermula dari sebuah bahasa
yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang
disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML
adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web.
HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan
penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C).
HTML berupa
kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai
dengan yang diinginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka
dengan menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet
Explorer. HTML juga dapat dikenali oleh aplikasi pembuka email ataupun dari PDA
dan program lain yang memiliki kemampuan browser.
2. HTTP
HTTP (Hypertext Transfer Protocol) yang mana adalah
suatu protokol yang digunakan oleh World Wide Web. HTTP mendefinisikan
bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client.
HTTP juga
mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga web
browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini.
Sebagai contoh, ketika Anda mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet
browser Anda, maka sebenarnya web browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web
server.
Web server
kemudian akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan
perintah yang diminta oleh web browser (misalnya akses ke database, file,
e-mail dan lain sebagainya). Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke
web browser untuk ditampilkan kepada pengguna.
terimakasih
BalasHapusBangamingadget.com merupakan penyedia layanan barang dan jasa service laptop terbaik. Dengan Rating 4.6/5 dari 1900 ulasan google. selain itu owner kami alumni ITB berintegritas lho!! pasti trusted!
BalasHapushttps://bangamingadget.com/cara-mempercepat-koneksi-internet-part-1/